Showing posts with label cosmetic ingredients. Show all posts
Showing posts with label cosmetic ingredients. Show all posts

Saturday, October 25, 2014

Mitos dan Fakta Seputar Madu

Halo pembaca..

Madu adalah salah satu bahan alami yang sering digunakan untuk DIY skincare. Bagi beberapa DIY lovers, madu merupakan bahan wajib dan HG (holy grail) ingredient karena sifatnya yang multifungsi dan kaya nutrisi. Namun banyak keraguan seputar madu dan seringkali timbul pertanyaan mengenai madu murni atau berkualitas baik.
    Selain itu ada juga pernyataan yang membingungkan seperti "jangan mengambil madu dengan sendok logam karena madu bersifat asam dan akan menyebabkan korosi pada sendok"
    Sepertinya masuk akal, tapi bagaimanakah kenyataannya? Yuk kita bahas mitos dan fakta seputar madu!


    Definisi madu murni

    Madu murni alami adalah madu yang tidak dilarutkan, tidak diberi bahan tambahan lain, pengawet, atau bahan sintetik. Madu murni alami hanya mengandung 1 bahan, yaitu madu. Sayangnya ini bukan definisi untuk madu komersial. Banyak madu dijual dengan label "madu murni" namun hanya mengandung sedikit madu murni. Jika Anda ingin mendapatkan madu murni, pastikan madu itu berasal dari peternakan lebah yang terpercaya, dengan merek yang terpercaya dan terjamin kualitasnya.

    Bentuk madu yang dijual di pasaran

    Madu dijual dalam berbagai bentuk, ada yang berupa comb honey, liquid honey, dan cream honey. 

    Comb honey

    Comb honey, merupakan raw honey murni yang belum mengalami pemrosesan apapun. Tiap ruang comb honey yang berbentuk segienam berisi madu yang disegel dengan beeswax. Comb honey dapat dimakan seperti permen lunak

    Liquid honey

    Liquid honey yang sangat mudah kita temukan di pasaran. Liquid honey dapat berupa raw honey atau madu yang sudah dipasteurisasi (dipanaskan). Bentuk cair terjadi karena partikel halus, butiran pollen, dan gelembung udara sudah disingkirkan dengan centrifuge atau gravitasi.


    cream honey image
    Cream honey

    Cream honey diperoleh dari mencampur 1 bagian granulated honey dengan 9 bagian liquid honey. Campuran tersebut disimpan di tempat dingin sehingga mengkristal dengan cepat, menghasilkan tekstur yang creamy. Pengentalan madu menyebabkan warna madu menjadi lebih terang, tetapi tidak mempengaruhi rasa dan kandungan nutrien madu. Cream honey yang diimpor dari negara 4 musim dapat berubah menjadi lebih cair dan lebih gelap ketika berada di negara tropis. Temperatur lingkungan yang tinggi dapat mengubah madu ke bentuk asalnya.

    Honey powder

    Honey powder adalah alternatif untuk gula halus. Madu dapat diolah dengan pemanasan tinggi sehingga menjadi bentuk serbuk. Warnanya sangat terang (bervariasi dari coklat muda, kuning hingga putih) karena diberi stabilizer berupa pati gandum dan gula (maltodekstrin dan glukosa).

    Mitos dan fakta tentang kualitas madu

    Madu yang tidak murni biasanya telah ditambah glukosa, dekstrosa, molasses (tetes tebu), sirup jagung, sirup gula, tepung, pati atau sejenisnya. Label "madu murni" tidak menjamin kemurnian madu dari suatu brand.



    Mitos #1 :  Madu murni lebih kental dan creamy


    Beberapa produsen madu menyesatkan konsumen dengan label "100% murni, tidak ada bahan tambahan sehingga lebih kental". Madu yang berasal dari daerah tropis seperti Indonesia jarang yang berbentuk cream. 

    Madu Indonesia tidak cepat mengkristal karena tingginya temperatur lingkungan. Madu cepat mengalami fermentasi jika tidak disimpan di wadah kedap udara karena tingginya kelembaban lingkungan. Kelembaban dapat mempengaruhi kualitas dan bentuk madu. 

    Produsen curang menambahkan air ke madu, menyebabkan madu mengalami fermentasi dan menghasilkan bau alkohol. Bau alkohol itu sudah tercium meskipun kemasan baru dibuka, tidak harus menunggu berhari-hari.

    Mitos #2 : Madu berkualitas rendah dapat mengkristal


    Madu murni tersusun lebih dari 70% gula dan kurang dari 20% sehingga sifatnya tidak stabil. Gula sangat mudah mengkristal jika disimpan dalam suhu rendah, oleh karena itu semua madu juga dapat mengkristal jika disimpan di kulkas.

    Rasio antara glukosa dan fruktosa dalam nektar menentukan seberapa cepat madu mengkristal. Selama pengkristalan, komponen glukosa memisah dari air dan menjadi kristal sedangkan komponen fruktosa tetap berbentuk cair, akibatnya madu mengental. 

    Madu yang memiliki rasio fruktosa : glukosa yang rendah seperti madu manuka mengkristal dengan cepat dalam hitungan hari atau minggu. Madu yang memiliki rasio fruktosa : glukosa yang tinggi seperti madu kelengkeng mengkristal dengan lambat dan dapat tetap berbentuk cair sepanjang tahun.

    Dengan demikian pengkristalan tidak ada hubungannya dengan kualitas madu.

    Menyimpan madu di kulkas tidak disarankan karena dapat mempercepat pengkristalan sehingga madu sulit digunakan. Lebih baik madu disimpan dalam wadah kedap udara pada suhu ruang. Apabila madu terlanjur mengkristal, rendam botol madu dalam air bersuhu 40 derajat Celsius selama 15 menit. Jangan gunakan air yang terlalu panas karena dapat merusak enzim-enzimnya.

    Mitos #3 : Madu berwarna gelap kurang baik karena tidak segar


    Warna madu berbeda-beda sesuai nektar dari tanaman, misalnya madu kaliandra berwarna kuning keemasan, madu kapuk kuning kecoklatan, madu rambutan coklat, dan madu akasia hitam. Warna madu diukur dengan skala Pfund dalam milimeter. Tidak berarti madu yang gelap itu berkualitas rendah. Madu umumnya memiliki pH sebesar 3,2 - 4,5. Semakin gelap warna madu, semakin tinggi kandungan mineral, pH dan kekuatan aromanya. Mineral seperti kalium, klorin, sulfur, zat besi, mangan, magnesium, dan natrium lebih banyak ditemukan pada madu berwarna gelap.

    Mitos #4 : Madu bertekstur cair adalah madu yang dilarutkan
    Seperti yang telah saya jelaskan, madu ada yang berbentuk cair karena partikel halus, butiran pollen, dan gelembung udara sudah disingkirkan dengan centrifuge atau gravitasi. Proses pasteurisasi (pemanasan) juga menyebabkan madu menjadi lebih cair. Suhu lingkungan yang tinggi dapat menyebabkan madu lebih cair saat disimpan.

    Madu yang sengaja ditambahkan air punya aroma dan rasa yang berbeda. Madu yang ditambah air mengalami fermentasi sehingga tercium bau alkohol. Bau alkohol yang tercium tidak selalu kuat.

    Mitos #5 : Semut tertarik dengan madu palsu

    Madu murni tidak akan dikerubuti semut, itu mitos yang paling sering kita dengar. Madu tersusun dari >70% gula sehingga rasanya manis. Semut mana yang tidak tertarik dengan rasa manis? Sebenarnya semua peternak lebah mengaku bahwa musuh terbesar mereka adalah semut. Tidak percaya? Baca saja curhatan mereka di forum Bee Source. Peternak lebah berusaha menyingkirkan semut dengan kayu manis, asam borat, baking soda, bawang putih, air panas. 

    Semut suka madu karena rasanya manis

    Madu murni yang sudah dijaga lebah pun tidak bebas dari gangguan semut. Bagaimana kita bisa mengharapkan madu botolan bebas semut jika tidak dijaga dengan benar?

    Mitos #6 : Pasteurisasi diperlukan untuk membunuh bakteri pada madu

    Pasteurisasi madu berbeda dengan susu. Susu perlu dipasteurisasi untuk membunuh bakteri. Madu sendiri sudah mengandung antibacterial properties yang sangat baik, bakteri tidak bisa hidup di dalam madu.

    Proses pasteurisasi madu

    Organisme yang bisa hidup di dalam madu adalah osmophilic yeast, yaitu jamur yang dapat hidup di lingkungan dengan kelembaban rendah (kadar air di bawah 18%). Jamur inilah yang menyebabkan madu mengalami fermentasi. Madu yang mengalami fermentasi tidak berbahaya bagi kesehatan tetapi terjadi penurunan kualitas fisik, yaitu timbulnya bau alkohol yang tidak disukai konsumen.

    Pasteurisasi diperlukan untuk membunuh osmophilic yeast, selain itu juga memperlambat proses kristalisasi madu. Madu cair menjadi lebih tahan lama.

    Pasteurisasi dilakukan dengan memanaskan madu dengan cepat (kira-kira 2 menit) dengan suhu 70 derajat Celsius. Pemanasan yang cepat dengan suhu tak terlalu tinggi tidak banyak merusak komponen nutrien dan enzim-enzim dalam madu. 

    Mitos lain yang sering kita dengar : 
    Jangan mengambil madu dengan sendok logam karena madu bersifat korosif


    sumber

    Ada yang percaya bahwa mengambil madu dengan sendok logam menyebabkan penurunan kualitas madu, menimbulkan rasa logam pada madu.

    Madu bersifat asam dengan pH 3,2 - 4,5 dan kekhawatiran akan menyebabkan korosi pada logam cukup masuk akal. Yang tidak masuk akal adalah : bisakah sendok logam mengalami korosi jika hanya kontak selama beberapa menit dengan madu? Bisakah rasa madu berubah (mengandung logam) dalam beberapa menit tersebut?

    Waktu yang kita butuhkan untuk mengambil madu dengan sendok dan mengaduknya dengan air hanya 1 atau 2 menit. Logam tidak mengalami korosi secepat itu.

    Banyak yang belum tahu, peralatan beternak lebah dan pengolahan madu umumnya juga terbuat dari logam, misalnya honey extractor dan pasteurizer.

    Honey extractor terbuat dari stainless steel
    sumber


    Honey pasteurizer juga terbuat dari stainless steel
    sumber

    Sejauh ini belum ada fakta ilmiah mengenai kualitas madu yang diambil dengan sendok logam maupun dampaknya bagi kesehatan. Trend sendok kayu untuk mengambil madu adalah dipopulerkan sebagai gaya hidup, bukan untuk kesehatan.

    Cara Mengenali Madu Berkualitas Baik

    Ini adalah persyaratan SNI untuk madu berkualitas baik :



    No
    Jenis Pemeriksaan
    Persyaratan SNI
    1
    Enzim diastase
    Min 3
    2
    HMF
    Maks 50
    3
    Kadar air
    Maks 22
    4
    Total bakteri
    <10.000
    5
    Total khamir
    <1000

    Enzim diastase yaitu sejenis enzim amilase yang memecah pati (amilum) menjadi dekstrin dan gula sederhana. Enzim ini menjadi indikator kesegaran madu. Aktivitas enzim diastase semakin rendah jika madu lebih lama disimpan. 

    HMF (hydroxymethylfurfural) adalah hasil pemecahan fruktosa, terbentuk secara lambat saat penyimpanan & sangat cepat saat pemanasan. Sebelum dipanaskan madu memiliki nilai HMF 10 - 15 mg/kg, setelah dipanaskan angka HMF pada madu diharapkan sebesar 40 mg/kg. HMF di atas 100 mg/kg menunjukkan bahwa madu telah dicampur dengan sirup jagung yang tinggi fruktosa.

    Madu berkualitas baik seharusnya punya kadar air yang rendah karena tingginya kadar air dapat menyebabkan madu berfermentasi dan kehilangan kesegarannya. Kadar air dapat diukur dengan alat yang disebut refractometer, besarnya >19%. 

    Raw honey memiliki kadar air sebesar 14%. Raw honey tidak dipasteurisasi, masih banyak mengandung yeast (khamir). Yeast tidak mati dalam madu yang berkadar air rendah, hanya mengalami dormansi (tidak aktif) karena tingginya kadar gula pada madu. Yeast menyebabkan fermentasi pada madu yang berkadar air tinggi selama penyimpanan, menyebabkan keasaman madu meningkat.

    Secara kualitatif, kita juga dapat mengenali kualitas  madu. Cara-cara yang mudah antara lain :

    1. Uji kelarutan

    Dilakukan untuk mengetahui apakah madu dicampur sirup gula atau tidak. Madu murni (tidak dicampur sirup gula) tetap kental jika dimasukkan ke air, tidak larut dengan air jika tidak diaduk. 

    Figure a) Pure honey pours and settles without readily dissolving
    Ini madu murni, tidak langsung larut saat dimasukkan ke dalam air 

    Figure d) 70% sugar syrup (sucrose) only; turbidity is even stronger and no distinct settlement at the bottom occurs.
    Ini adalah sirup gula (sukrosa 70%), jika dimasukkan ke air berkabut dan bercampur dengan air

    Figure b) and Figure c) honey mixed homogeneously with equal amounts of a 70% sugar syrup (sucrose) does not pour as straight and creates turbulence and turbidity almost instantly, but particularly after pouring a greater quantity or slightly disturbing the water. The honey syrup settles irregularly at the bottom.
    Ini adalah madu yang dicampur dengan sirup gula (sukrosa 70%)
    sumber  : fao.org

    2. Uji korek api

    Dilakukan untuk mengetahui apakah madu telah dicampur air. Caranya madu dioleskan ke tengah batang korek api, lalu korek dinyalakan. Madu yang telah dicampur air menyebabkan batang korek basah sehingga api langsung padam. Korek tetap menyala jika bagian tengahnya diolesi madu asli.

    Honey Test
    Tengah : madu yang tidak dicampur air
    Kanan : madu yang dicampur air

    3. Uji absorpsi

    Sama dengan uji korek api, uji absorpsi dilakukan untuk mengetahui apakah madu telah dicampur air. Caranya madu diteteskan ke tisu, jika langsung menyebar dan membasahi tisu berarti sudah dicampur air. 

    Kiri : madu yang dicampur air langsung menyebar dan membasahi tisu
    Kanan : madu yang tidak dicampur air tidak membasahi tisu

    Meskipun madu tidak dicampur air, belum tentu madu itu tidak dicampur gula dan bahan aditif lainnya. Uji kualitatif memang tidak bisa dijadikan patokan, tetapi setidaknya bisa membantu konsumen untuk memilih madu yang cukup baik (bukan memilih madu murni).

    Semoga artikel ini cukup bermanfaat!

    Referensi :


    Disclaimer :

    Artikel ini boleh dicopy atau dikutip dengan sedikit perubahan tetapi harus mencantumkan link blog ini sebagai sumbernya.




    Tuesday, October 7, 2014

    Amankah Ragi Roti untuk Wajah?

    Halo pembaca..

    Hmm.. perdebatan soal ragi roti untuk wajah ternyata masih belum surut. Masih banyak orang yang meragukan khasiat ragi roti untuk kulit, karena di pikiran mereka "ragi = jamur = parasit = berbahaya"

    Ragi apa dulu nih? Ragi banyak lho jenisnya..


    Yang pathogen itulah yang berbahaya



    Candida menyebabkan infeksi pada manusia (candidiasis). Saya nggak tega menampilkan gambarnya, bisa dicek sendiri di sini.

    Jamur yang bersifat saprofit (pembusuk) juga menyebabkan infeksi pada manusia dalam bentuk yang lebih parah, sampai daging ikut membusuk. Infeksinya disebut zygomycosis. Jamur yang bisa menyebabkan infeksi seperti ini adalah dari kelas Zygomycetes, antara lain Rhizopus, Mycocladus (Absidia), Rhizomucor, Mucor, Cunninghamella, Saksenaea, Apophysomyces, CokeromycesMortierella. Mau lihat gambar infeksinya? Kalo berani lihat sendiri di sini dan di sini.

    Bagaimana dengan Ragi Roti dan Bir?

    Spesies yang digunakan untuk ragi roti adalah Saccharomyces cerevisiae, dijamin bukan patogen. Saccharomyces cerevisiae juga dimanfaatkan sebagai ragi bir. Ragi roti dan ragi bir disebut sebagai nutritional yeast karena nilai gizinya yang tinggi :

    • vitamin B kompleks : B1 (thiamine), B2 (riboflavin), B3 (niacin), B5 (panthotenic acid), B6 (pyridoxine), B9 (folic acid), biotin
    • mineral : kromium dan selenium
    Saccharomyces cerevisiae dilihat dengan mikroskop

    Scientific classification
    Kingdom:Fungi
    Phylum:Ascomycota
    Subphylum:Saccharomycotina
    Class:Saccharomycetes
    Order:Saccharomycetales
    Family:Saccharomycetaceae
    Genus:Saccharomyces
    Species:cerevisiae
    Binomial name
    Saccharomyces cerevisiae
    sumber

    Perbedaan ragi roti dan ragi bir adalah pada strainnya

    Strain yang berbeda menghasilkan jumlah karbon dioksida dan alkohol yang berbeda. Saccharomyces cerevisiae untuk ragi bir menggunakan strain yang menghasilkan banyak alkohol dan rasa pahit, sedangkan untuk ragi roti menggunakan strain yang menghasilkan banyak karbon dioksida sehingga adonan roti bisa mengembang. Ragi roti biasanya merupakan ragi aktif sehingga proses fermentasinya cepat, sedangkan ragi bir merupakan ragi inaktif sehingga proses fermentasinya lebih lama.

    Beberapa merek ragi roti

    Beberapa merek ragi bir

    Di Indonesia, ragi bir lebih sulit diperoleh dibandingkan ragi roti. Coba deh ke toko yang menjual bahan makanan, pasti kalian cuma akan menemukan ragi roti. Kenapa ya? Apa mungkin karena minuman beralkohol itu peredarannya diawasi di negara kita?

    Brand Fermipan (ragi roti) yang saya gunakan untuk resep DIY diproduksi oleh Lesaffre Yeast Corporation yang diimpor & didistribusikan oleh PT Sangra Ratu Boga.

    Perusahaan sebesar Lesaffre nggak mungkin asal-asalan memproduksi ragi, semua dilakukan dengan teknologi modern dan berbasis riset. Ragi yang dikembangkan memiliki riwayat genetik  dan standar mutu yang jelas.

    Research and development  area manager The Technical Manager
    Kegiatan di R & D department perusahaan Lesaffre
    sumber


    Saccharomyces cerevisiae digunakan dalam skincare karena sifatnya melembabkan kulit (skin conditioning & moisturizing), selain itu juga cenderung mempercepat penyembuhan luka dan bekasnya. Hasil penelitian yang diterbitkan di Journal of Burn Care and Research menunjukkan bahwa ekstrak ragi  S. cerevisiae yang dioleskan ke kulit mempercepat penyembuhan luka pada tikus. 

    Protein ragi  S. cerevisiae juga dapat meningkatkan produksi kolagen oleh fibroblast di lapisan dermis kulit. Kolagen adalah protein struktural utama yang menyokong kulit sehingga kulit kencang dan elastis. Produksi kolagen menurun sesuai pertambahan usia, ikatan kolagen yang ada semakin longgar. Paparan sinar matahari mempercepat kelonggaran ikatan kolagen dengan mengaktifkan enzim yang merusak ikatan kolagen. Hal ini menyebabkan timbulnya kerutan. Ekstrak ragi dan protein ragi dapat memperlambat kelonggaran ikatan kolagen sehingga kerutan tidak cepat muncul.

    Ekstrak/ filtrat dari fermentasi Saccharomyces merupakan bahan yang disebut skin-identical / repairing ingredients karena struktur selulernya sangat mirip dengan sel kulit manusia, bisa memperbaiki berbagai ketidaksempurnaan kulit. Saccharomyces juga menghasilkan beta-glucan yang merupakan antioksidan kuat. Menurut berbagai hasil penelitian, filtrat (hasil penyaringan) dari fermentasi Saccharomyces tidak memiliki efek samping bagi kulit.

    Beta Glucan (Liquid)
    Manfaat beta-glucan untuk kulit

    Cara bekerja Saccharomyces adalah dengan meningkatkan produksi hyaluronic acid pada lapisan epidermis kulit manusia. Selain itu juga meningkatkan komponen polygalacturonase pada kulit, yaitu allantoin. Allantoin mampu menjaga kehalusan kulit.

    Ekstrak/ hasil penyaringan dari fermentasi ragi Saccharomyces memiliki sejumlah manfaat:

    • mencerahkan kulit
    • mengurangi kerutan 
    • menenangkan kulit dan mencegah stress pada sel-sel kulit
    • menghaluskan dan melembabkan kulit
    • meningkatkan sirkulasi darah pada kulit dan mengurangi dark circle 

    Dalam buku The Essential Herb-Drug-Vitamin Interaction Guide, dr. George T. Grossberg dan Barry Fox merekomendasikan ragi bir (Saccharomyces cerevisiae) untuk penyembuhan jerawat, eksim dan luka bakar.

    Dalam Feed Your Skin, Starve Your Wrinkles seorang ahli nutrisi holistik Allison Tannis menyatakan bahwa vitamin B dalam ragi bir menyediakan energi yang cukup untuk replikasi sel-sel kulit, sedangkan kromium yang tinggi membantu kulit mengekstraksi energi tambahan dari lemak, karbohidrat dan protein.

    Berbagai resep DIY dari blog dan website luar negeri menggunakan ragi roti dan ragi bir untuk skincare, yang paling sering adalah untuk mengatasi jerawat. 



    Ragi banyak digunakan untuk DIY facial mask

    Brand Skin Food juga punya masker ragi buat mereka yang nggak mau repot bikin DIY

    Saya terkesan dengan review di MakeupAlley ini, dia berusia lebih dari 40 tahun, telah menderita cystic acne dan jerawat biasa selama bertahun-tahun. Dia menggunakan ragi bir untuk obat jerawat dan suplemen. Sebagai suplemen yaitu dengan cara dikonsumsi setelah makan. Untuk mengeringkan jerawat yaitu dengan mencampur ragi bir dan air hingga berbentuk pasta, lalu dioleskan ke jerawat. Hasilnya dapat dirasakan setelah 2-3 minggu, kulitnya jadi bersih.

    Sonya Dakar, seorang skin guru yang kliennya para seleb terkenal pun menganjurkan DIY yeast + lemon juice sebagai acne mask untuk wanita hamil. Ragi mengeringkan jerawat dan membersihkan kulit, sedangkan air lemon mencegah hiperpigmentasi pada bekas jerawat. 

     
    Aman untuk ibu hamil dan menyusui
    sumber 12

    Ya, memang Saccharomyces sangat aman untuk wanita hamil dan menyusui. Bahkan probiotik dari Saccharomyces boulardii (masih 1 genus dengan Saccharomyces cerevisiae) digunakan sebagai suplemen ibu menyusui, tidak akan masuk ke dalam air susu ibu dan tidak ada hubungannya dengan infeksi jamur pada organ kewanitaan. Infeksi jamur pada organ kewanitaan disebabkan oleh Candida, bukan Saccharomyces.

    Tidak perlu takut menggunakan ragi sebagai skincare. Beberapa brand juga memproduksi skincare yang mengandung ragi, saya yakin banyak wanita hamil dan menyusui juga menggunakannya :


    Siapapun pasti kenal produk ini. Dia adalah si pelopor.
    P&G yang memproduksi SK II mematenkan Saccharomycopsis Ferment Filtrate dengan nama "pitera"

    Produk Korea yang laris manis karena harganya lebih bersahabat daripada SK II FTE
    Mengandung hasil fermentasi ragi Galactomyces
    Galactomyces dan Saccharomyces masih tergolong dalam 1 kelas (Saccharomycetes) dan 1 ordo (Saccharomycetales), tapi berbeda famili dan genus.


    From Nature Age Treatment Essence 100ml -501
    Kandungan bahan aktifnya ada yang 93,6% dan 95,7%

    micro essence
    Harganya mirip SK II

    Bahkan Thailand juga memproduksi FTE

    Bagaimana dengan Ragi Tape dan Ragi Tempe?

    Ragi tape berisi macam-macam spesies jamur, antara lain: Chlamydomucor oryzae, Rhizopus oryzae, Mucor sp., Saccharomyces cerevisiae, Saccharomyces verdomanii, Candida sp., Endomycopsis, Amilomyces rouxii, Aspergillus oryzae. Ada juga bakteri Acetobacter.

    Ehm.. ada yang nggak bagus. Ragi tape mengandung Mucor sp. dan Candida sp. yang human pathogenic. Tapi 2 jamur ini nggak selalu hadir di ragi tape sih. Kadang ada, kadang tidak, pokoknya nggak jelas.

    Kenapa ragi tape spesies jamurnya nggak jelas? Karena pembuatannya secara tradisional. Hanya mencampur singkong, tepung beras, bumbu (bawang putih, lengkuas, kencur) lalu dibentuk bulatan-bulatan kecil, dibiarkan di tempat terbuka selama 3 hari. Selama 3 hari itu berbagai spesies jamur tumbuh. 



    Saya tidak menyarankan teman-teman menggunakan ragi tape untuk membuat DIY skincare. Mungkin jika dicoba tidak langsung menyebabkan infeksi karena kebetulan nggak ada spesies yang patogen. Tapi tidak menjamin semua ragi tape dalam 1 bungkus memiliki kualitas yang sama.


    Tempe sedang mengalami proses peragian

    Ragi tempe terdiri atas 3 spesies kapang, yaitu Rhizopus oryzae, Rhizopus oligosporus, Rhizopus stolonifer. Rhizopus termasuk kelas Zygomycetes yang bersifat saprofit (pembusuk). Rhizopus stolonifer sering menjadi penyebab infeksi di wajah dan rongga orofaringeal (daerah mulut & kerongkongan). Ragi tempe tidak disarankan untuk dijadikan bahan DIY skincare.

    Semoga artikel ini bisa memberi pencerahan bagi pembaca yang masih bingung soal ragi. Selamat membuat DIY skincare fermentasi!

    Referensi